Jumat, 19 Maret 2010

indonesia

Berita Utama

Jumat, 1 Desember 2006
Maluku Utara Diguncang Gempa Tektonik


,- TERNATE - Gempa bumi tektonik berkekuatan 6,6 skala Richter mengguncang sebagian wilayah di Maluku Utara kemarin. Akibat guncangan hebat itu sejumlah rumah warga, rumah ibadah, bangunan sekolah, dan gedung pemerintah di wilayah Kecamatan Loloda Utara dan Kecamatan Morotai Jaya, Kabupaten Halmahera Utara (Malut), rusak parah.
Hingga berita ini diturunkan, tidak ada laporan korban jiwa. Demikian pula halnya dengan gelombang tsunami pascagempa. Data Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) yang diterima koran ini menyebutkan, gempa itu terjadi sekitar pukul 10.32.22 WIT dengan pusat gempa berada di laut sekitar 39,83 km barat Pulau Morotai, Kabupaten Halmahera Utara. Tepatnya pada koordinat 2,420 lintang utara (LU) dan 128,100 bujur timur (BT) dengan pusat gempa di sekitar tanjung Sopi Morotai pada kedalaman kurang lebih 13 kilometer.
Laporan PVMBG itu juga menyebutkan, guncangan hebat terasa di wilayah barat Pulau Morotai dan utara Pulau Halmahera, terutama di sepanjang pantai. Keberadaan bebatuan permukaan yang terdiri atas endapan aluvial pantai dan endapan gunung api diyakini ikut memperkuat guncangan gempa bumi.
’’Penyebab gempa bumi ini berasal dari sistem sesar aktif di lepas pantai barat Pulau Morotai. Wilayah itu merupakan wilayah kompresif yang dapat membentuk sesar naik atau sesar geser. Bahkan, kemungkinan tsunami dapat terjadi apabila ada dislokasi pada lantai bawah laut,’’ terang Syamsul Rizal Dipl Seis, Plh kepala PVMBG, dalam laporannya yang diterima koran ini.
Camat Loloda Utara Ahmad Sagaf yang dihubungi koran ini via telepon gengam menyebutkan, ada rumah warga dan bangunan sekolah di wilayahnya yang rata dengan tanah. ’’Di Desa Ngajam (ditempuh 10 jam dengan speed boat dari Ternate, ibu kota Maluku Utara, Red) tidak hanya rumah warga, satu unit sekolah dasar yang baru dibangun ambruk rata dengan tanah. Rumah camat, rumah dokter, kantor camat, dan Puskesmas Loloda Utara juga rusak, namun hanya retak,’’ terang Ahmad, yang saat dihubungi sore kemarin tengah berada di Tobelo, ibu kota Halmahera Utara. Dia mengatakan mendapatkan data tersebut dari stafnya di Kantor Camat melalui SSB. ’’Malam ini juga saya akan ke lokasi,’’ ujarnya malam tadi.
Ahmad menuturkan, dalam peristiwa tersebut, dirinya belum menerima laporan adanya korban jiwa. Namun, rumah warga yang teridentifikasi rusak cukup parah di Desa Ngajam tercatat 14 unit. Menurut dia, selain Desa Ngajam, guncangan hebat terasa di Desa Worimoi dan Desa Dorume. Namun, dilaporkan tidak ada bangunan yang rusak parah seperti di Desa Ngajam.
Ahmad mengatakan, kini warga Ngajam yang rumahnya rusak parah terpaksa mengungsi ke rumah keluarga dan tetangga yang tidak mengalami kerusakan. Namun, malam tadi sebagian besar warga memilih tinggal di luar rumah dengan mendirikan tenda-tenda. ’’Warga banyak yang trauma dan takut adanya gempa susulan. Banyak di antara mereka yang membuat tenda dan tinggal di luar rumah,’’ jelas Ahmad. Dia mengajak warganya untuk tetap mewaspadai munculnya gempa susulan.
’’Warga kita instruksikan tetap berjaga-jaga, siapa tahu terjadi gempa susulan,’’ imbuhnya. Namun, hingga malam tadi, lanjut dia, tidak ada laporan adanya gempa susulan.
Menurut dia, laporan adanya kerusakan akibat bencana gempa sudah disampaikan ke Pemkab Halmahera Utara. ’’Tadi (kemarin, Red) saya sudah melapor dan besok (hari ini, Red) tim Pemkab Halut turun ke Loloda sekaligus akan menyerahkan bantuan,’’ jelasnya. Dia juga berharap, pemprov bergerak cepat mengatasi masalah yang dialami sejumlah desa di daerahnya.
Lukman Sy. Bajak, camat Morotai Selatan (berdekatan dengan Kecamatan Morotai Jaya) yang berhasil dihubungi koran ini kemarin mengatakan, sebagian besar rumah di Desa Hapo, Kecamatan Morotai Jaya, mengalami rusak parah. ’’Saya menerima informasi dari Desa Hapo melalui radio amatir lokal bahwa sekitar 50 bangunan rumah rusak berat, termasuk sebuah sekolah madrasah ibtidaiyah dan sebuah masjid rusak berat. Kita juga kesulitan mengakses infomasi karena SSB di sana juga mengalami kerusakan,’’ beber Lukman. Soal korban jiwa, Lukman mengaku belum bisa memastikan. Namun, hingga malam tadi dia mengaku tidak ada laporan soal korban jiwa.
Desa Pangeo yang berbatasan dengan Desa Hapo, menurut Lukman, juga merasakan guncangan hebat. Namun, tidak dilaporkan adanya kerusakan bangunan di desa tersebut. Sedangkan di Morotai Selatan, gempa juga dirasakan cukup kuat. Warga sempat berhamburan keluar rumah. Bahkan, sebagian warga menghawatirkan adanya gempa susulan.
Salah seorang warga Daruba yang dihubungi Malut Post malam tadi mengatakan bahwa kondisi di Morotai Selatan pascagempa telah tenang. Itu terjadi setelah ada imbauan yang disampaikan pemerintah setempat.
Terasa di Ternate
Warga di Ternate, ibu kota Maluku Utara, ikut merasakan gempa meski dalam intensitas kecil. Bahkan, saking kecilnya, ada warga yang mengaku tidak merasakan sama sekali. Namun, yang merasakan sempat panik. Misalnya, yang dialami para pegawai di kantor gubernur. Sejumlah pegawai berhamburan saat merasakan gempa.
Rabu sore kemarin juga tim Satuan Koordinasi Pelaksaan Penanggulangan Bencana (Satkorlak PB) yang terdiri atas Polda Malut, Korem 152 Babullah, Lanal Ternate, Kesbang Linmas, dan Dinas Sosial Provinsi Maluku Utara menggelar pertemuan untuk mengambil langkah cepat penanganan pascagempa yang melanda sejumlah daerah di Halmahera Utara.
Usai pertemuan, tim Satkorlak langsung memberangkatkan bantuan pemprov ke Desa Ngajam, Loloda Utara, berupa 1 ton beras dan mi instan. Bantuan yang sama dari pemprov akan diberangkatkan ke Desa Hapo, Morotai Jaya, hari ini.
Pertemuan itu dipimpin langsung Sekprov Malut Drs Muhadjir Albaar MSi. Muhadjir ikut memberikan imbauan sekaligus meminta pemerintah kabupaten/kota bergerak cepat mengantispiasi adanya bencana, termasuk memberikan laporan jika ada korban maupun kerusakan. ’’Kita sudah memberikan imbauan sekaligus meminta pemkab/pemkot bergerak cepat dengan melaporkan adanya kerusakan atau korban akibat bencana ini,’’ ungkapnya siang kemarin. (m1/jpnn)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar